BAB 3 FUZZY
Fuzzy merupakan salah satu pendekatan dari K ecerdasan Komputasional untuk mengolah uncertainty information dan pengambilan kesimpulan dengan menggunakan bahasa natural.
Bahasa Natural ini digunakan untuk merepresentasikan domain permasalah, aturan, ataupun domain solusi, sebagai pengganti angaka. Misalkan suhu sangat panas, kecepatan mobil kurang cepat, nilai mahasiswa yang rendah, dan lain-lain. Sehingga dengan representasi ini, maka fuzy dapat menghasilkan human reasoning.
Fuzzy untuk reasorning atau pengambilan keputusan akan dijelaskan pada subbab berikut, yang didahului dengan pembahasan Himpunan Fuzzy, Logika Fuzzy, dan proses reasorning atau inferencing itu sendiri.
3.1 Himpunan Fuzzy
Crisp Set merupakan suatu himpunan di mana elemenya hanya memiliki dua kemungkinan saja yaitu apakah elemen tersebut merupkan anggota dari suatu himpunan atau tidak, atau sering juga dikenal dengan logika Boolean yaitu yang memiliki kemungkinan nilai 0 dan 1 saja, atau true dan false. Beberapa permasalahan dapat diselesaikan dengan menggunakan logika boolean ini, akan tetapi tidak semua permasalahan memiliki dua kemungkinan nilai saja, dikarenakan terdapat uncertainty information atau informasi yang samar (vague).
Fuzzy Set atau himmpuanan Fuzzy berbeda dengan himpunan Crisp yang hanya memilik dua kemungkian anggota saja. Misalkan pada himpuanan crisp, terdapat himpunan "dingin", yaitu suhu yang kurang dari 20ºC termasuk dalam himpunan dingin, dan sebaliknya jika lebih dari atau sama dengan 20ºC tidak termasuk dalam anggota himpunan dingin. Jika terdapat suhu 21ºC maka suhu tersebut bukan anggota himpuanan dingin, padahal hanya selisih 1ºC saja dibandingkan threshould yang ada. Selain itu pada himpuan crisp, semua anggota pada himpunan tersebut memiliki level yang sama, misalkan suhu 19ºC memiliki level yang sama dengan suhu 5ºC, yaitu sama-sama merupakan anggota himpuanan dingin. Akan lebih baik jika setiap anggota pada suatu anggota himpunan memiliki kadar atau derajat yang berbeda, misalkan suhu 19ºC memiliki derajat 0.1 dari himpunan dingin, dan suhu 5ºC memiliki derajat 0,9 dari himpuanan dingin.
Perbedaan utama antara himpunan crisp dengan himpunan fuzzy adalah derajat keanggotaanya atau dikenal dengan membership degrree. Membership degree dapat juga berupa fungsi, yang disebut dengan Membership function.
Membership Function pada himpunan crisp, mempresentasikan apakah suatu elemen x merupakan anggota dari suatu himpunan atau tidak, seperti yang terlihat pada Persamaan (3.1)
Atau dapat dikatakan bahwa pada himpunan crisp, Membership Function memetakan semua anggotanya ke nilai 0 dan 1 saja, sperti Persamaan (3.2)
Contoh himpunan fuzzy dan Membershi Function-nya dapat dilihat pada gambar (3.2)
Berdasarkan gambar di atas terdapat beberapa himpunan fuzzy yaitu :
- Dingin
- Sejuk
- Normal
- Hangat
- Panas
Penentuan fungsi keanggotaan atau Membership Function harus sesuai dengan permasalahan yang ada. Misalkan terdapat suatu himpunan A yaitu bilangan yang dekat dengan nol, maka fungsi keanggotaanya harus dibuat sedemikian hingga semakin dekat suatu bilangan dengan nol, maka semakin tinggi derajat keanggotaanya, demikian juga sebaliknya. Semakin jauh suatu bilangan dengan angka nol, maka semakin kecil derajat keanggotaan bilangan tersebut. Fungsi yang digunakan untuk mempresentasikan himpunan tersebut adalah,


Comments
Post a Comment